Postingan

Menampilkan postingan dengan label CERPEN

Gadis Penggembala

Gambar
Setiap kali aku datang ke kamarnya, belum sempat kuganti seragamku. Dia lebih dulu memanggilku.” Sil! Sisil! Terno nang sumur Sil! ” Suara serak itu merajuk mencariku. Kata paman dan bibi-bibiku yang lain, aku adalah cucu kesayangannya.  Anaknya   berlima beserta enam cucu. Apabila berkumpul, lengkaplah sudah keluarga besar Sutikno. Dan itu hanya terjadi di hari Raya Idul Fitri. Anak bungsunya seorang gadis idiot, telah meninggal 10 tahun lalu di kursi roda ketika usianya menginjak 16 tahun. Anak keempat belum juga dikaruniai momongan di usia pernikahannya yang ke 16 tahun. Dan akulah anak sulung dari anak lelakinya yang ketiga. Mungkin karena hobiku memasak bubur sum-sum. Rupa-rupanya telah menjadikan kedekatan batin antara Mbokku dan aku di antara kelima cucu-cucunya yang lain. Mbokku sangat menyukai bubur sum-sum dengan kuah gula merah yang disiram di tengah-tengahnya.  “ Dalem Mbok .” Aku pun menjawab panggilannya. Aku langsung memapah tubuh kering ...

Sebungkus Kasihmu

Gambar
              Suasana ruang foto copy semakin sesak dengan antrian mahasiswa yang sedang mencetak tugas-tugas pertengahan semesternya. Sesak di ruangan itu menjalar sampai ke ubun-ubun hingga seluruh ingatan seorang gadis berkerudung biru yang sedang duduk melamun. Laptop di meja tunggu ia tatap dengan lesu. Tugas kampus yang sedang bertimbun menjadikan Ning tidak bisa menjenguk ibunya tiga bulan ini. Padahal tiga bulan lalu itu kali pertama Ning menatap mata teduh dalam wajah sosok ibu kandung. Beberapa kegiatan dan organisasi yang sengaja   diikuti memang menjadi pelampiasan tersendiri buat Ning mengosongkan ruang masa lalunya yang suram. Baginya keramaian penuh sesak adalah waktu sepi yang hanya disaksikan kedipan kursor. Ning merenungkan diri. Ditampilkan kembali