Postingan

Koyak Moyak Hukum Hindia; Hak yang Dikapir

Gambar
  Judul                : Anak Semua Bangsa Penulis              : Pramodya Ananta Tour Penerbit            : Lentera Dipantara Tahun terbit      : Cetakan 13, September 2011 Tebal buku       : 539 + xi Harga buku      : Rp 90.000,00 “Dengan rendah hati aku mengakui: aku adalah bayi semua bangsa dari segala jaman, yang telah lewat dan yang sekarang. Tempat, dan waktu kelahiran, orang tua, memang hanya satu kebetulan, sama sekali bukan sesuatu yang keramat.” Di saat seluruh dunia memuji-muji kekuasaan kolonial, maka yang tak kolonial akan dianggap tak memiliki hak hidup. Begitulah zaman modern. Yang tak memiliki ilmu pengetahuan; tak baru dianggap tertinggal dan kolot maka hanya akan jadi bahan penindasan dan per...

Geloramu

Ketika aku menahan geloramu ini sampai pada Entah. Ra, kekambuhan itu ada jika aku terhunjam bertubi-tubi oleh prasangka yang tidak jelas maunya. Aku merasakan deguban serasa itu adalah darimu. Bagaimana cara mendengarkannya. Coba kita diamkan hasrat menyapa. Biarlah telepati cara memadu rindu. Kapan kau juga serasa. Kau harus percaya Ra, aku tak pernah berniat membuatmu merintih kesakitan dada. Atau lemas semua saraf pada otakmu berpendar lalu putus persatu. Pada aku menangis mengadu yang mencipta. Anugrah itu datang begitu saja. Memrotes padanya ataukah memrotes pada diriku. Mengacak-acak semua itu pada kebimbangan-kebimbangan. Hanya tidak menghilangkan geloramu. Lalu jika dia mencemburuiku, yang cemburu padamu. Apa kau menjadi bahagia? Bangkalan, 01 09 2015

Membaca Murjangkung

Gambar
Judul                : murjangkung (cinta yang dungu dan hantu-hantu) Penulis              : A.S Laksana Penerbit            : GagasMedia Tahun terbit      : 2013 Tebal buku       : 214 + vii Harga buku      : Rp 50.000,00 Mereka datang 213 tahun sebelum negeri mereka menemukan kakus. Mula-mula mereka singgah untuk mengisi air minum dan membeli arak dari kampung Pecinan di tepi barat sungai; lima tahun kemudian mereka kembali merapatkan kapal mereka ke pantai dan menetap di sana seterusnya. Tuan Murjangkung, raksasa berkulit bayi yang memimpin pendaratan, membeli dari Sang Pangeran tanah enam ribu meter persegi di tepi timur sungai. Di sana ia mendirikan rumah gedong dan memagar tanahnya dengan dinding putih tebal ...

Menuju “Sigolo Golo”; Lewati Situs Sejarah

Gambar
"Sejuknya Sigolo Golo river" Liburan akhir pekan bagi para pecinta sejarah. Melewati jalur yang searah namun tak mengurangi target rentetan kunjungan tempat-tempat wisata. Apalagi bagi kita yang statusnya masih pelajar ataupun mahasiswa belum berpenghasilan tetap. Ibarat pepatah ”Sambil menyelam minum air” dan yang satu ini tak membuatmu tenggelam karena terlalu banyak minum air. (intermeso).   Hemat namun tetap dapat menjelajah. Begitulah prinsipku dan teman-teman saat jenuh berkutat dengan lembaran kertas namun masih terus berada pada garis pengiritan.    Kota Mojokerto sebagai pusat kerajaan Majapahit meninggalkan kekayaan sejarah berupa situs-situs purbakalanya. Menjadi warga asli Mojokerto tentu memiliki kebanggaan tersendiri. Berbatasan dengan kabupaten Jombang akan dekat pula dengan Sigolo Golo river dan Sigolo Golo cave, di Desa Panglungan, Dusun Sranten, Kecamatan Wonosalam . Selain buah duriannya ternyata masih banyak lagi daya tarik yang dimili...